Sejak Isu Kudeta, Pengurus Demokrat Klaim Kerap Diretas

sejak-isu-kudeta-pengurus-demokrat-klaim-kerap-diretas

Sejak Isu Kudeta, Pengurus Demokrat Klaim Kerap Diretas – Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra mengklaim usaha peretasan pada akun WhatsApp sejumlah pengurus sering berlangsung sejak isu kudeta kepada Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Sejak Isu Kudeta, Pengurus Demokrat Klaim Kerap Diretas

sejak-isu-kudeta-pengurus-demokrat-klaim-kerap-diretas

nutracareinc – Sejak konferensi pers Ketum kami, usaha peretasan akun WA para pengurus kita meningkat drastis,”

“Sebelumnya, juga sering ada yang mencoba. Sangat jarang yang berhasil. Kalaupun ada, biasanya, di dalam kala singkat, dapat disita lagi nomornya,” ia menambahkan

Dikonfirmasi soal berapa banyak peretasan yang udah berlangsung sejak konferensi pers, Herzaky mengatakan perihal tersebut menjadi rahasia partai dan menjadi konsumsi internal saja.

“Kalau disebut jumlahnya, nanti kaget. Sementara ini buat konsumsi kita saja dulu,” kata Herzaky.

Di samping itu, ia justru heran dan mempertanyakan, apa motif dibalik teror peretasan yang kini menghantui beberapa pengurus partai.

Namun begitu, pihaknya mengklaim usaha apapun juga gerakan pengambilalihan kepemimpinan Partai Demokrat, membawa dampak kader makin solid dan bersatu untuk melawan disrupsi dari eksternal partai.

Herzaky menambahkan, sampai kini pihaknya belum dapat memastikan cara hukum yang disita perihal teror peretasan itu.

“Terkait peretasan, sampai kala ini tetap kita dalami,” ujarnya.

Sebelumnya, Ketua DPP Partai Demokrat Didik Mukrianto mengklaim ponselnya udah diretas oleh sejumlah pihak. Hal tersebut disampaikan lewat akun Twitter pribadi miliknya Sabtu (6/1).

Didik mengimbau untuk melewatkan pesan-pesan aneh atau meragukan dari akun WhatsApp miliknya.

Kini, ia mengatakan sedang laksanakan pemulihan data untuk mengembalikan akun yang dikira diretas itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *