KPU Belum Sebar Undangan H-1 Penetapan Gibran, Tunggu BRPK MK

KPU Belum Sebar Undangan H-1 Penetapan Gibran, Tunggu BRPK MK – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Solo menjadwalkan penetapan pemenang Pilkada Solo 2020 di Hotel Swiss-Belhotel Solo, besok, Kamis (21/1) pukul 13.00 WIB. Meski demikian, penyelenggara pemilu belum menyebarkan undangan acara tersebut.

KPU Belum Sebar Undangan H-1 Penetapan Gibran, Tunggu BRPK MK

kpu-belum-sebar-undangan-h-1-penetapan-gibran-tunggu-brpk-mk

nutracareinc.com – Ketua KPU Solo, Nurul Sutarti mengatakan undangan untuk tamu belum didistribusikan karena hingga sementara ini pihaknya belum terima Buku Registrasi Perkara Konstitusi (BRPK).

Berkas tersebut, katanya, dibutuhkan KPU Solo sebagai dasar penetapan pasangan nomor urut 1, Gibran Rakabuming Raka – Teguh Prakosa sebagai pemenang Pilkada Solo 2020.

“Sampai sementara ini kan belum (dapat BRPK). Katanya tetap sistem di KPU RI,” katanya, Rabu (20/1).

Diketahui, BRPK mencatat keinginan sengketa Pilkada yang telah dinyatakan lengkap dan memenuhi persyaratan. Artinya, hasil rekapitulasi Pilkada yang masuk buku berikut tetap belum final karena tetap digugat dan sebaliknya.

Meski undangan belum dibagikan, Nurul memastikan pihaknya telah mengkomunikasikan konsep pelantikan berikut kepada tamu undangan secara lisan. Termasuk, situasi BRPK yang hingga sementara ini belum tersedia di tangan KPU.

Baca Juga : Menkes Diminta Kaji Ulang Sertifikat Vaksin Jadi Syarat Jalan

Undangan tertera bakal disampaikan KPU Solo terima salinan BRPK berasal dari KPU RI. Menurut Nurul, undangan dapat diserahkan sebagian sementara sebelum akan acara dimulai.

“Kondisinya telah kami komunikasikan kepada tamu undangan. Jadi jika undangannya besok baru kami memberikan pun tidak masalah,” katanya.

Rencananya, KPU Solo hanya menimbulkan 19 orang tamu yaitu dua pasangan calon, perwakilan perwakilan partai pengusul, dan forum komunikasi pimpinan area (Forkompimda), dan juga Bawaslu.

Jumlah tamu undangan dibatasi lantaran Solo terhitung area terdampak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Sesuai Surat Edaran Walikota Solo, semua kesibukan di di dalam ruangan dibatasi maksimal 25 % berasal dari kapasitas maksimal ruangan.

“Besok total yang tersedia di di dalam ruangan maksimal hanya 50. Jadi ingin dimaklumi jika tersedia yang tidak dapat kami undang karena sementara ini kami tetap PPKM,” katanya.

Disinggung mengenai mungkin tertundanya penetapan, Nurul mengatakan itu tidak perlu dilaksanakan besok. Sesuai tahapan Pilkada serentak 2020, penetapan dilaksanakan paling lambat lima hari sehabis BRPK diterbitkan MK atau pada 18 Januari.

“Enggak perlu besok sih. Kalau cocok tahapan, penetapan itu maksimal hingga tanggal 23 (Januari). Lima hari sehabis MK mengeluarkan BRPK,” katanya.

Senada, KPU Depok menunda memastikan pasangan calon terpilih Wali Kota dan Wakil Wali Kota Depok pada Pilkada Depok 2020 Mohammad Idris-Imam Budi Hartono karena belum terima BRPK berasal dari MK.

“Seharusnya dilaksanakan penetapan pada hari ini (Rabu, 20/1), namun karena belum ada BRPK maka ditunda,” kata Ketua KPU Kota Depok Nana Shobarna di Depok, Rabu.

Untuk itu, kata Nana, KPU Kota Depok telah memastikan untuk menggeser sementara pelaksanaan penetapan paslon terpilih yang seharusnya dilaksanakan Rabu (20/1) ke sementara yang belum dapat dipastikan.

“Ada mekanisme internal yang perlu dilaksanakan oleh KPU, yaitu mengeluarkan semacam surat perintah kepada KPU Provinsi maupun Kabupaten/Kota agar laksanakan pleno penetapan. Nah, ini yang belum kami terima. Sebab MK terhitung belum membalas surat KPU RI tentang BRPK,” lanjut dia.

Sebenarnya, aku dia, kesibukan pleno penetapan dilaksanakan Rabu (20/1) dan telah dipersiapkan jauh-jauh hari. Tempat pelaksanaan kesibukan telah ditandatangani kontraknya, undangan telah disebar, kebutuhan lain-lain telah dipersiapkan secara matang.

“Itulah sebabnya sementara itu kami putuskan penetapan di tanggal 20 Januari, lebih-lebih telah dikoordinasikan bersama dengan pimpinan kami di KPU Jabar,” tandas Nana.

Sebelumnya KPU Kota Depok Jawa Barat telah memastikan pasangan Nomor urut 02 Mohammad Idris-Imam Budi Hartono raih nada terbanyak pada Pilkada Depok 2020 mengungguli pasangan nomor urut 01 Pradi Supriatna-Afifah Alia.

Pasangan calon Idris-Imam diusung oleh partai yaitu PKS, Partai Demokrat, PPP dan partai non parlemen Partai Berkarya. Dengan jumlah total kursi di DPRD Kota Depok sebanyak 17 kursi.

Sedangkan pasangan calon Pradi-Afifah diusung oleh Partai Gerindra, PDIP, Golkar, PKB, PAN, PSI, dan sejumlah partai non parlemen. Dengan total jumlah 33 kursi di DPRD Depok, paslon ini tidak dapat mengalahkan koalisi yang dimotori oleh PKS tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *